BUMD Provinsi Jawa Tengah Diminta Berikan Kredit Bagi Peternak Pembibitan Sapi

Semarang, gayengnews.com- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Tengah diharapkan memberikan kredit usaha bunga rendah, untuk para peternak pembibitan sapi di daerahnya.

Selama ini perbankan hanya memberikan kredit usaha di sektor penggemukan sapi, kredit ini pun belum menyentuh para peternak di sektor pembibitan.

Dalam mendorong kemandirian untuk kebutuhan daging sapi dan ketahanan pangan di Provinsi Jawa Tengah di anggap penting kredit usaha bagi para peternak.

Hamid Ponco Wibowo Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)  Provinsi Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa hal ini adalah salah satu poin yang sangat penting yang dihasilkan dari High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Jawa Tengah.

Hamid mengatakan bahwa kredit ini sangat penting mengingat daging sapi yang sering sekali memicu terjadinya inflasi di Jawa Tengah. Diharapkan dengan adanya kredit usaha pembibitan ini akan memacu tingkat produktifitas dan populasi sapi di Jawa Tengah.

“oleh karena itu, forum HLM TPID Provinsi Jawa Tengah merekomendasikan agar BUMD Jateng juga dapat memberikan bantuan kredit usaha dengan bunga yang rendah kepada para peternak usaha pembibitan sapi,” ungkapnya di Semarang, seperti yang di lansir republika (19/3/2017).

Ia pun menambahkan bahwa forum HLM ini juga merekomendasikan agar BUMD Jawa Tengah dapat bersinergi dan memberikan masukan berbagai program ketahanan pangan.

Perusahaan daerah apapun yang selama ini bergerak di bidang ketahanan pangan diharapkan membentuk anak perusahaan yang bergerak khusus menangani persoalan pangan.

Melalui koordinasi dan sinergi antar BUMD ini diharapkan dapat meningkatkan peran BUMD dalam mendukung ketahanan pangan di Jateng.

“ sebab, hal ini akan mendukung TPID Provinsi jateng dalam mencapai inflasi yang rendah dan relatif stabil melalui kecukupan pasokan komoditas pangan strategis di Jateng,” jelasnya. (adm/rep/091)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *