Difitnah Sebagai Embrio PKI, Penyelenggara Pameran Seni Rupa Widji Thukul Menunda Pelaksanaan Acara

Semarang, gayengnews.com- Panitia pelaksana Pameran Rupa Pembebasan Tribute to Widji Thukul oleh Andreas Iswinarto yang rencananya akan dimulai pada Senin, (1/5) di Gedung Sarikat Islam Kelurahan Sarirejo, Kota Semarang terpaksa menunda pelaksanaan acara karena pengelola Wakaf Gedung Sarikat Islam merasa keberatan atas penyelenggaraan acara sebagai akibat dari fitnah dan provokasi hoax dari kelompok tertentu yang menganggap acara sebagai embrio PKI.

“Ayo para aktifis islam se-jawa Tengah, FPI, GPK, Muhammadiyah dengan KOKAMnya, dan seluruh Ormas Islam se-Jawa Tengah, Bubarkan embrio PKI,” seru kelompok yang menolak pelaksanaan acara tersebut dalam pesan yang tersebar lewat media sosial.

Fitnah yang berisi seruan untuk menolak pameran Karya Rupa Widji Thukul di Medsos

Dalam pesan yang beredar tersebut, tercatat ada beberapa ormas islam yang menolak pelaksanaan kegiatan, yakni: Kokam Muhammadiyah, GPK, LUISS, FKPPI, Lindu Aji, IMM, Tapak Suci, PPM, IPM, LBH PUMA, GPII, Hidayatullah, Persis, DDII, FUIS dan Fostam.

Elemen-elemen yang menolak pelaksanaan Pameran Karya Rupa Widji Thukul karena termakan provokasi dan hoax yang tidak bertanggung jawab

“Kami menyatakan menolak denga keras Jaringan Peradaban Paham Kiri Komunis di Kota Semarang yang suka mengadu domba masyarakat dan umat, menebarkan fitnah dan kebencian pada ulama, serta gemar melakukan kegaduhan,” terang kelompok-kelompok tersebut dalam sebaran pesan mereka.

Sementara itu, salah seorang panitia acara, Yunantyo Adi, menyayangkan penolakan pameran tersebut karena hoax dan fitnah yang tidak benar adanya serta tidak melakukan klarifikasi pada panitia.

“Kami menyayangkan ormas-ormas tersebut bisa termakan info hoax dengan mudah. Sebagai intelektual, seharusnya mereka mampu menyaring informasi yang beredar,” ungkap pria yang juga aktif dalam komunitas lintas iman di Kota semarang tersebut.

Yunantyo Adi juga menambahkan bahwa jauh hari sebelum pelaksanaan acara, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Semarang Timur, Kelurahan Sarirejo, dan juga Pengurus Serikat Kebudayaan Masyarakat Indonesia.

Dia jmenyatakan bahwa panitia sama sekali tidak mengadakan diskusi yang mengundang kyai, ustadz, tokoh Ormas Islam dengan tema meluruskan sejarah PKI dari rekayasa Soeharto sebagaimana dituduhkan oleh kelompok penolak.

“Kami hanya mengadakan diskusi seni Widji Thukul dengan tema Memandang Widji Thukul Lebih Dalam dan tidak ada diskusi terkait PKI,” ujarnya.

Dia juga mengaku bahwa pihak panitia telah membuat surat pernyataan bermaterai  yang berisi bahwa kegiatan tersebut adalah murni pameran karya rupa Andreas Iswinarto yang bertema Memandang Lebih Dalam Widji Thukul yang dikemas dalam pameran lukisan , pembacaan puisi-puisi karya Widji Thukul, dan diskusi terkait tema.

“Dalam surat pernyataan, kami siap bertanggung jawab jika dalam pelaksanannya, terjadi penyimpangan diluar rangkaian acara yang telah disepakati,” ungkapnya.

Namun, demi menjaga ketertiban dan kondusifitas Kota semarang, dia mengaku bahwa panitia terpaksa menunda keiatan tersebut dan sedang mencari alternatif tempat baru.

“Kami tidak akan kalah dari kelompok yang suka menebar hoax dan fitnah. Kami sedang berupaya mencari alernatif tempat lain karena pengelola gedung SI khawatir akan kondusifitas dan ketertiban lokasi” seru Yunantyo Adi.

Hingga berita ini diturukan, redaksi gayengnews.com belum mampu mencari tahu pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tersebarnya pesan yang menganggap panitia pelaksana Pameran Rupa Pembebasan Tribute to Widji Thukul oleh Andreas Iswinarto sebagai embrio PKI untuk dimintai konfirmasi. (adm/059)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *