Junaidi: PMII Cabang Se- Jateng Jangan Mau di Pecah Belah Dengan Materi Atau Jabatan

Solo, gayengnews.com- Perhelatan Kongres PB PMII ke-XIX yang akan berlangsung di Kota Palu pada 15-19 Mei 2017 mendatang. Hal ini yang membuat Badan Pekerja Kongres (BPK) harus bekerja secara total dan maksimal.

Salah satu rangkaianya adalah agenda Pra Kongres dan Debat Kandidat Ketua Umum PB PMII dan PB KOPRI yang di selenggarakan di Solo Jawa Tengah, Sabtu (25/3/2017)

Dari kelima belas (15) calon kandidat, Junaidi adalah satu-satunya kandidat Ketum PB PMII yang berasal dari kota Semarang Jawa Tengah.

Juned sapaan akrabnya, merupakan kader yang jenjang struktural di PMII nya bisa dibilang sempurna. Mulai Ketua Komisariat UIN Walisongo Ketua Cabang PMII Kota Semarang, Pengurus Koorcab Jateng hingga jadi Wabendum PB PMII, dan kini ia mengikuti kontestasi dalam memperebutkan posisi Ketua Umum PB PMII 2017-2019.

Pemuda asli semarang ini pun memantapkan diri untuk ikut kontestasi di perebutan kursi ketua umum PB PMII berawal dari kegelisahan yang di alami selama ia proses di PMII baik dari tingkatan rayon sampai PB PMII.

“dari pengalaman dan kegelisahan yang saya alami, kami sedikit prihatin dengan permaslahan kaderisasi dan gerakan sosial, maka dari itu gagasan kami yang kami cantumkan dalam visi besar kami adalah “ multiple effect pergerajan; merajut sejarah meneguhkan martabat bangsa”,ungkapnya.

Junaidi pun manambahkan bahwa gerakan PMII di cabang cabang masih perlu di benahi dan di rapikan terkait masalah isu dan gerakan sosial yang dilakukan oleh cabang PMII di Jawa Tengah

“Isu  Kaderisasi di PMII dan Gerakan Sosial di Jateng kalau dianalisis dengan jernih minimnya PMII Cabang yang kritis diwilayah Provinsi Jawa Tengah merupakan persoalan serius, apakah transformasi sosial, ruang perlawanan rakyat secara efektif dapat digerakan melalui mesin kaderisasi yang ditopang oleh kerangka paradigmatik dan stratak gerakan PMII,” jelasnya.

Demisioner ketua cabang PMII Kota Semarang ini pun menyesalkan dan sangat prihatin dengan fragmentasi antar cabang dalam gerakan gerakan reaksioner yang elitis.

“Tragisnya, justru pada level gerakan sosial ini muncul fragmentasi antar Cabang dalam gerakan-gerakan reaksioner yang elitis. Hal ini sangat mungkin terjadi karena keringnya ruang mediasi intelektual diberbagai cabang se Provinsi Jawa Tengah sebagai basis dialektika-refleksi atas sekian aksi yang dilakukan,” terangnya.

Junaidi pun menjelaskan lebih lanjut soal bagaimana isu dan gerakan sosial yang hampir tidak terkawal, ia pun mencontohkan beberapa masalah yang ada di Jawa Tengah hari ini,

“Isu gerakan sosial yang tidak disikapi secara serius bahkan absen dari kerja-kerja ideologis cabang antara lain: isu eksploitasi pulau nusakambangan oleh PT. HOLCIM, penyelesaian masalah lingkungan zona PLTU di jateng, reklamasi galian penambangan bijih besi sepanjang pesisir pantai selatan Jawa Tengah, advokasi nelayan pesisir selatan Jawa Tengah, abrasi & kerusakan mangrove, gerakan land-reform petani karet tumpangsari, konflik agraria zona Jateng, empowering society kaum miskin kota, akses ekonomi & angka kemiskinan, kasus perlawanan rakyat Rembang atas Ekploitasi PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng dan banyak isu-isu gerakan sosial populis diarea provinsi Jawa Tengah lainnya,” Jelasnya saat di temui gayengnews.com di Asrama Haji Donohudan Solo (25/3).

Iapun menjelaskan bahwa jika cabang se- jawa tengah bisa bersatu untuk akan lebih mudah untuk menciptakan effect pergerakan yang memang peduli dengan rakyat, dengan bersatu bersama sama sebagai basis gerakan hal ini akan membuat effect domino yang sangat dahsyat dalam mengawal NKRI.

“ bahwa PMII Cabang se- Jateng dapat bersatu membawa perubahan untuk mengawal jawa tengah dan NKRI lebih baik, serta jangan mau di pecah belah hanya karena materi atau jabatan semata,” tegasnya.

Alumni  santri al- amin Mranggen Demak ini berharap dengan maju ikut kontestasi Ketua Umum PB PMII ini dapat memberikan warna dan membenahi gerakan PMII yang saat ini sudah keluar dari zona intelektualnya.

Gerakan dengan membawa visi “multiple effect pergerakan; merajut sejarah meneguhkan martabat bangsa” ini ia mengharapkan dukungan dari kader PMII Se- Indonesia  hususnya cabang se- jawa tengah untuk bersatu padu bergerak bersama untuk mememengembalikan marwah gerakan PMII.

“ gerakan dan perjuangan ini akan sia sia jika tanpa adanya dukungan dari sahabat sahabat PMII se- Indonesia khususnya cabang PMII se- Jawa tengah, apalagi kader jawa tengah ada yang ikut kontestasi maju sebagai kandidat ketua umum PB PMII dan membawa semangat gerakan yang menjadi ciri PMII Jawa Tengah,” harapnya. (adm/091)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *