Junaidi sang Santri, dari Jawa Tengah untuk PB PMII

Tidak semua kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memiliki keberanian untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII. Namun, kalimat ini tidak berlaku bagi Junaidi, Kader PMII dari Semarang yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum PB PMII

Mengusung visi meciptakan kaderisasi gerakan kemahasiswaan yang berbasis kebutuhan kader dan tantangan zaman (Al Harokah Ma’a Al Barokah), pria kelahiran Semarang, 30 September 1988 ini, memiliki tekat bulat untuk mencalonkan diri sebagai Bakal calon Ketua Umum PB PMII dalam Kongres XIX PMII yang rencananya akan digelar di Palu, Sulawesi Tengah  pada 2-6 Mei mendatang. Semangat yang diusung dalam visi Junaidi adalah tekad untuk memperbaiki narasi kaderisasi yang selama ini telah berjalan di PMII.

Junaidi, Bakal Calon Ketua Umum PB PMII

Berbekal berbagai pengalamannya dalam ber-PMII selama ini, Junaidi yakin bahwa visi besar yang dia usung akan tercapai jika dia terpilih sebagai Ketua Umum PB PMII Masa Khidmat 2017-2019 dalam kongres mendatang. Sebelum menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum PB PMII periode 2014-2016, Junaidi  pernah menjabat sebagai Koordinator Biro Hubungan OKP dan Pemerintahan PKC PMII Jawa Tengah, dipercaya oleh kader PMII se-Kota Semarang untuk memimpin PMII Cabang Kota Semarang masa khidmat 2013-2014, dan sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Ketua PMII Komisariat Walisongo Semarang masa khidmat 2010-2011. Selain berbagai jabatan struktural di PMII, Junaidi juga pernah menjabat sebagai Badan Pengurus Harian (BPH) organisasi kepemudaan lain, salah satunya adalah Wakil Ketua DPD KNPI Kota Semarang tahun 2012-2015 lalu.

Selain pengalaman organisasi yang mentereng, Junaidi juga menempuh berbagai jenjang kaderisasi formal, informal, dan non-formal untuk menempa kapasitas diri demi menjadi kader ulul albab sebagaimana visi ber-PMII yang diyaikininya. Tercatat Junaidi telah mengikuti Mapaba yang diadakan oleh PMII Rayon Tarbiyah Komisariat Walisongo Semarang pada tahun 2007, Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diadakan oleh PMII Komisariat Walisongo Semarang tahun 2008, Pelatihan Kader Lanjut (PKL) yang diadakan oleh PMII Cabang Jepara pada tahun 2013, Pelatihan Kader Nasional (PKN) yang diadakan oleh PB PMII pada tahun 2015, serta Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama’ (PKP) NU yang diadakan oleh PBNU pada tahun 2014.

Visi al-harokah ma’al barokah yang diusung oleh Junaidi, tentu saja tidak bisa dilepaskan dari masa lalunya sebagai seorang santri di Pondok Pesantren Al-Amin Mranggen  sejak tahun 2001 hingga tahun 2007. Junaidi percaya, jika segala sesuatu dikerjakan dengan penuh keikhlasan, maka barokah akan menjadi hasilnya. Selain itu, lulusan MAK Futuhiyyah Mranggen ini juga memiliki keinginan untuk mengembalikan spirit ahlus sunnah wal jamaah an-nahdliyyah yang sudah semakin tergerus dalam diri kader-kader PMII. (adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *