Ketua DPRD Semarang: Pembentukan FPI Semarang Dibubarkan Polisi Atas Penolakan Warga

Semarang, gayengnews.com- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Supriyadi, S.Sos, menilai bahwa langkah aparat kepolisian yang membubarkan pembentukan DPW FPI Kota Semarang pada Kamis (13/4) di Jl. Pergiwati I No. 19, Bulu Lor, Semarang Utara, merupakan tindakan yang muncul sebagai respon atas penolakan terhadap pendirian FPI oleh Forum Warga Bulu Lor dan puluhan Ormas se-Kota semarang.

“Polisi berindak atas aduan warga, sehingga langkah kepolisian hanyalah respon atas penolakan terhadap rencana pembentukan DPW FPI Kota Semarang yang datang dari warga sekitar (Bulu Lor: red) dan puluhan ormas se-Kota Semarang,” ungkap Supriyadi pada gayengnews.com.

Supriyadi juga menambahkan, meski Indonesia adalah Negara demokrasi yang meghormati hak warga negara untuk berkumpul dan berserikat, namun mayoritas warga Semarang menolak pendirian FPI yang bertempat di wilayah mereka.

“Inilah kenyataan demokrasi. Pembentukan FPI hanya diikuti oleh segelintir orang, sementara ratusan warga Bulu Lor dan puluhan ormas se-Kota semarang menolaknya,” tambah pria yang juga tinggal di Kelurahan Bulu Lor ini.

Selain itu, Supriyadi juga mengatakan,meski Semarang adalah kota besar yang majemuk, namun kondisinya cenderung tentram karena sikap warganya yang saling menghargai dan bisa berlaku toleran.

“Semarang itu berbeda dengan kota-kota besar lain, meski majemuk namun cenderung tentram karena warganya yang toleran dan bisa saling menghargai,” tambah Supriyadi.

Sehingga dia berharap, agar kedepannya Semarang selalu kondusif dengan warga yang saling menghargai dan tidak muncul aksi sweeping yang dilakukan oleh ormas-ormas radikal sebagaimana terjadi di kota-kota besar lain. (adm/059)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *