Membangun Kembali Peradaban Demak Dari PP Tahfidz Anak Roudlotul Qur’an

 

Kemerdekaan Indonesia memang telah lama terjadi, namun perjuangan dalam merebutnya tetaplah harus kita ingat sebagai bagian dari penghargaan kita atas jasa pejuang pada zaman dulu. Usaha kemerdekaan Indonesia tidak hanya dilakukan oleh Militer ataupun orang pemerintahan.

Semua lapisan masyarakat berkontribusi, tidak terkecuali kerajaan-kerajaan yang berdiri di zaman dahulu, termasuk  kerajaan Islam yang ada di Demak. Tak hanya berkontribusi dalam kemerdekaan, Demak berhasil menjadi sentra peradaban manusia, yang kemudian pada puncaknya menjadi sentra peradaban muslim.

Seiring perjalanan waktu, Demak nampaknya telah kalah populer dengan daerah lain dalam hal perkembangan peradaban Islamnya. Termasuk dalam bidang pendidikan, Demak nampaknya harus puas melihat daerah lain tumbuh pesat dengan keilmuan Islamnya. Namun hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.

santri putra pondok pesantren

Dalam kegersangan inilah yayasan KH. Marwan memberikan setetes harapan pada dunia pendidikan islam yang ada di kabupaten demak. Yayasan ini mempunyai semangat mengembalikan kejayaan kota wali dengan peradaban islamnya.

Yayasan yang bergerak dibidang pendidikan ini mempunyai dua basis pendidikan yang disinergikan antara pondok pesantren dan sekolah dasar (sekolah formal) yang diberi nama pondok tahfidz anak roudlotul quran yang terletak di Jl. Lingkar Selatan Km 06 No. 7 Demak ini mengambil konsep sistem boarding school.

 

Pondok tahfidz anak roudlotul quran hadir dengan semangat baru, pondok pesantren ini lahir untuk menyiapkan generasi masa depan yang islami dan peka tterhadap perkembangan zaman. Sekolah ini akan menjadi kawah candradimukanya generasi emas penerus bangsa, maka sudah selayaknya lembaga pendidikan yang memadukan antara sekolah formal dan pondok pesantren di siapkan untuk mejawab tantangan zaman.

Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Ibu Nyai Hj. Rosyidah, AH beranggapan bahwa jika anak disiapkan sejak dini maka 20- 30 tahun yang akan datang mereka akan matang dan siap terjun dalam masyarakat.

Pondok pesantren yang berdiri mulai 2016 ini didesaign 6 tahun, dengan harapan dengan 6 tahun anak anak sudah hafal alquran dengan tartil dan lulus sekolah dasar. Pondok ini pun di desain modern dengan menggabungkan metode klasik dan modern. Saat ini tercatat sebanyak 96 siswa yang menjadi murid sekolah dan pondok pesantren ini.

kepala sekolah SD raoudlotul quran

Dengan didukung guru SD yang lulusan Kampus Negeri/ Swasta di Jawa Tengah dan Ustadz/ Ustadzah yang berasal dari pondok pondok salaf di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pastinya mempunyai kompetensi yang tidak kalah dengan guru guru sekolah dasar yang lainnya. Hal ini lah yang membuat pondok pesantren yang dikepalai oleh Muhammad Naryoko, M.SI ,dan Ibu Nyai Hj. Rosyidah, AH selaku pengasuhnya.

Pondok tahfidz ini akan menyiapkan lulusan-lulusan terbaiknya untuk menjadi tahfidz tahfidz penjaga alquran, sebagaimana yang di unggulkan di pondok ini adalah lulus sekolah dasar hatam alquran. Ini yang membedakan sekolah ini dengan yang lainnya.

 

 

One thought on “Membangun Kembali Peradaban Demak Dari PP Tahfidz Anak Roudlotul Qur’an

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *